HIDORA saat meninjau lokasi wisata 16/02/19

PEMDES PAGERWANGI.ID – Sejumlah lima orang anggota yang tergabung dalam komunitas Hiduplah Indonesia Raya (HIDORA) meninjau lokasi yang akan dijadikan objek wisata baru yang ada di Kabupaten Tegal bersama Pemerintah Desa Pagerwangi. Agenda tersebut merupakan kelanjutan dari pertemuan sebelumnya antara pemerintah desa dengan pendamping lokal desa di Kecamatan Balapulang dalam upaya menjadikan Desa Pagerwangi sebagai desa wisata alam di Kabupaten Tegal.

Sejak tahun 2016, pengembangan desa wisata di Kabupaten Tegal sangat massive di laksanakan. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan beberapa contoh desa wisata yang sudah dikembangkan seperti di Desa Cempaka, Kecamatan Bumijawa dan Desa Luwijaya, Kecamatan Jatinegara. “Selain bertujuan meningkatkan PAD desa, pengembangan desa wisata juga dapat menciptakan lapangan pekerjaan yang dapat mensejahterakan warga sekitarnya” tutur Sekertaris Desa (Sekdes) Pagerwangi, Abdul Kholik.

Anggota HIDORA saat menikmati view bukit Rangkok

Seperti pembangunan desa wisata sebelumnya, Pemerintah Desa Pagerwangi juga menggandeng HIDORA sebagai pendampingnya. Sejak tahun 2015, komunitas yang berasal dari banyuwangi tersebut concern mendampingi generasi-generasi muda untuk cinta dengan potensi daerahnya.
HIDORA mencoba mengambil peran dalam upaya penggalian dan pengembangan potensi yang ada di desa-desa, satu paket dengan usaha untuk meningkatan kualitas sumber daya manusianya.

Hal tersebut merupakan bagian dari pemberdayaan masyarakat oleh Pemerintah Desa. Dalam pengelolaan nantinya akan bekerja sama dengan BUMDes, juga akan dilibatkan masyarakat terutama pemuda-pemudi dalam mempromosikan wisata Bukit Rangkok Batu Ancik tersebut.

Jalan menuju atas bukit
View dari bawah bukit Rangkok bersama Kepala Desa terpilih

Konsep pembangunannya sendiri sesuai dengan potensi yang dimiliki Desa Pagerwangi, yaitu view diatas bukit Rangkok. Selain itu, dalam perjalanannya menuju keatas bukit, pengunjung nantinya juga dapat menikmati hasil perkebunan warga Desa Pagerwangi, seperti durian misalnya, bahkan jika beruntung, para wisatawan dapat memetik langsung dari pohonnya.

“Sejumlah kurang lebih dua ratus juta akan kita gunakan untuk pengembangan wisata desa ini” tutur Sekdes. Dana tersebut bersumber dari dana desa anggaran tahun 2019, ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah desa dalam membangun, lanjutnya.
Dalam tinjauan lokasi wisata bukit Rangkok, hadir juga Kepala Desa terpilih, Bapak Waluyo (kaos biru sebelah kanan). Beliau nantinya akan dilantik pada bulan April 2019 mendatang menggantikan Kepala Desa sebelumnya, Bapak Rahardjo. Keterlibatan beliau saat meninjau lokasi wisata merupakan bentuk sinergy antara perangkat dan Kepala Desa yang baru sebagai upaya membangun komunikasi sehingga terjalin kinerja yang baik saat nanti ia mulai menjabat.

Pemdes Pagerwangi bersama Pendamping desa dan Komunitas Hidora
Dengan munculnya destinasi wisata bukit Rangkok ini diharapkan akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan juga pendapatan asli desa. Selain itu produk yang dihasilkan masyarakat Desa Pagerwangi juga menjadi daya tarik wisatawan. [admin]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *